Semua Perbuatan Dicatat Allah SWT melalui Malaikat

Qaf (50:18)

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌۭ ١٨

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

 

Al Infitar (82:10-12)

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَـٰفِظِينَ ١٠

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًۭا كَـٰتِبِينَ ١١

yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu),

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ١٢

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

AL Isra’ (17:13)

وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًۭا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا ١٣

Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.

 

Az-Zukhruf  (43:80)

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ ٨٠

Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.

 

Az-Zalzalah (99:7-8)

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ ٧

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ ٨

Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

 

Al-Qamar (54:52-53)

وَكُلُّ شَىْءٍۢ فَعَلُوهُ فِى ٱلزُّبُرِ ٥٢

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

وَكُلُّ صَغِيرٍۢ وَكَبِيرٍۢ مُّسْتَطَرٌ ٥٣

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.

 

Al-Kahfi  (18:49)

وَوُضِعَ ٱلْكِتَـٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَـٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَـٰذَا ٱلْكِتَـٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةًۭ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًۭا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًۭا ٤٩

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.” Dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.

 

Luqman (31:16)

يَـٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍۢ مِّنْ خَرْدَلٍۢ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌۭ ١٦

(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.

Catatan : Luqmanul Hakim dalam Al-Qur’an (Surah Luqman: 12-19) adalah seorang hamba Allah yang shalih, bijaksana (Al-Hakim), dan bukan seorang Nabi. Ia dikaruniai hikmah mendalam oleh Allah dan terkenal karena nasihat-nasihat pengasuhan (parenting) tauhid serta akhlak mulia kepada anaknya. Luqman diyakini berasal dari Afrika (Sudan/Nubia) dan pernah bekerja sebagai tukang kayu atau penggembala. Allah memberikan hikmah (pemahaman mendalam, kebijaksanaan) kepada Luqman, dan memerintahkannya untuk bersyukur. Nasihat utamanya kepada anaknya adalah larangan menyekutukan Allah (syirik), karena syirik adalah kezaliman yang besar (QS. Luqman: 13). Luqman mengajarkan anaknya untuk berbakti kepada orang tua, mendirikan shalat, berbuat ma’ruf, mencegah munkar, sabar, dan tidak sombong (tawadhu’) (QS. Luqman: 17-19). Meskipun bukan Nabi, kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam pendidikan karakter dan tauhid bagi keluarga. Berbagai riwayat menyebutkan Luqman adalah hamba sahaya yang kemudian dimerdekakan, berkulit hitam, dan hidup pada masa Nabi Daud AS.